Sebagai mahasiswa yang tidak pernah terlibat dalam kehidupan politik mahasiswa tingkat universitas, saya tidak melihat perbedaan ada atau tidak adanya BEM KEMA. Ini kritik saya, 5 tahun saya berkuliah, saya merasa BEM KEMA lebih mirip seperti organisasi autis, bikin acara-acara yang gaungnya hanya sampai ke organisasi sendiri. Atau paling banter hanya sampai pada para aktifis kampus. Bahkan lebih parah, saya kadang melihat BEM KEMA seperti segerombol orang eksklusif yang menjadikannya justru berjarak dari mahasiswa UNPAD secara umum. Persis para politisi di negara ini.
Harapan saya? BEM KEMA ke depan bisa lebih inklusif dan lebih bisa merangkul mahasiswa dari seluruh UNPAD. Gemanya bisa menyebar di kalangan mahasiswa, bukan hanya di kalangan aktifis kampus saja. Solusi konkritnya? Hmm… manfaatkan setiap pengurus untuk menggemakan agenda-agenda BEM KEMA di fakultas masing-masing? Kalau saat kampanye setiap calon Presiden bisa membuat dirinya menggema di universitas, sampai ke lorong-lorong setiap fakultas, knapa setelah naik jabatan justru melempem?
Read the rest of this entry »
Posted by kema0708